Stigma yang Mengucilkan Oyapita

Metro Times (Surabaya) – NLR (until No Leprosy Remains) sebuah organisasi yang bekerja untuk pencegahan penularan dan pengurangan resiko kusta serta pemberdayaan penyandang disabilitas.

NRL mengadakan pelatihan JURNALISTIK yang bekerja sama dengan Mimi Institute dan Diffa magz.

“Pelatihan jurnalistik ini kami lakukan untuk berbagi pengetahuan kepada rekan-rekan jurnalis, mengenai sentisisasi terhadap pasien dan orang yang pernah mengalami kusta serta penyandang disabilitas,” jelas dr. Rudeng.

Stigma dan diskriminasi terhadap mereka masih sangat kuat di Indonesia, lanjut dr. Rudeng, kami menilai peran jurnalis dan media akan menjadi sangat penting dalam upaya pengurangan stigma dan diskriminasi melalui pengarus utamaan dan pemberitaan yang tepat tentang mereka.

“mengurangi stigma terhadap orang yang pernah menglami kusta dan penyandang disabilitas”

Sementara dr. Setya Budiono, Kabid P2P Dinas Kesehatan Jawa Timur, dalam sambutan pembukaan acara pelatihan, mengatakan, kusta di Jawa Timur adalah penyumbang terbesar penyakit kusta yang ada di Indonesia. Jadi lebih dari 25% hampir 30% penderita kusta di Indonesia ada di Jawa Timur.

“Teman-teman jurnalis punya kesempatan besar untuk membantu para OYAPITA (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) yang pernah terinfeksi kusta. Mereka sebetulnya tidak punya potensi untuk menular karena sudah sembuh, tapi kecacatan yang didapatkan nempel terus, sehingga disebut ini orang kusta. Sampai meninggal pun kuburannya masih di tandai ini kuburannya orang kusta, sehingga tidak boleh di gabung dengan kuburan umum,” paparnya.

“Kami berharap banjir informasi yang benar ini bisa berasal dari teman-teman jurnalis yang ikut pelatihan disini, khususnya untuk kusta dan disabilitas. supaya nanti teman-teman OYAPITA, dan keluarga yang menderita, atau siapa pun yang terkait dengan kusta itu jadi paham. Dan informasi yang benar ini menimbulkan sikap yang benar, maka tidak ada lagi stigma,” pungkas dr. Setya. (nald)

https://metrotimes.news/breaking-news/stigma-yang-mengucilkan-oyapita/