Program Stop Penularan Kusta

Target 2018-2020:Sektor kesehatan pemerintah mampu meningkatkan keberhasilan program inovasi dalam hal pencegahan penyebaran kusta, menemukan kasus baru dan mendeteksi kasus agar tidak terjadi disabilitas saat diagnosa.


Strategi

  • Pemberdayaan petugas
  • Pelatihan
  • Dokumentasi dan pembuatan panduan
  • Pengembangan SkinApp
  • Loby

NLR mengupayakan peningkatan kapasitas tenaga teknis pengawas kusta tingkat propinsi/ kabupaten. Secara bersamaan, pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan LPEP/SDR dan Desa Sahabat Kusta telah terdokumentasi. Intervensi LPEP/SDR terus dilanjutkan pada kabupaten yang sedang menjalankan program dengan harapan adanya peningkatan (kombinasi antara program Desa Sahabat Kusta dan administrasi SDR).

Sementara itu, proyek PEP++ dilaksanakan dengan pendekatan teknologi baru melalui SkinApp untuk pendeteksian kasus awal kusta dengan lymphatic filariasis (LF) pendekatan ujicoba terintegrasi. Selain itu, dibuat panduan bagi mitra terkait pembelajaran pendekatan inovatif pencegahan kusta dan dipulbikasikan hasil-hasil kerja program untuk lobi dan advokasi kepada pemerintah.

Penerima Manfaat

  1. Orang yang mengalami kusta
  2. Anggota keluarga
  3. Masyarakat sekitar

Total Perkiraan:  300,000 orang penerima manfaat (termasuk 80,000 penerima manfaat anak dan 100,000 penerima manfaat perempuan.

Mitra Kerja

Nama Peran dalam program pengendalian kusta
Kemenkes – Pusat Subdit Kusta dan Patek Penentu kebijakan dan pelaksana pengendalian kusta di Indonesia. Pemangku kepentingan utama dan mitra kunci bagi program NLR Indonesia.
Pusat Pengendalian Kusta Tingkat Propinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Banten, Gorontalo, Papua Barat, Papua. Pelaksana pengendalian kusta di Indonesia. Penerima manfaat utama dari pemberdayaan tenaga teknis.

Eliminasi Kusta di Indonesia

Sample Text

Dari 514 kabupaten di Indonesia, terdapat 139 kabupaten di mana kusta belum terhapuskan.

Dari jumlah tersebut, 119 di antaranya merupakan daerah operasi NLR, dan kebanyakan daerah tersebut berada di bagian timur Indonesia dengan tingkat pendapatan tergolong rendah dan akses geografis terbatas, infrastruktur masih tergolong di bawah standar dan kualitas sumber daya manusia masih lemah. Di samping ini adalah peta prevalensi kusta di tingkat kabupaten (tereliminasi dan belum tereliminasi) sampai akhir tahun 2016.

Tabel berikut menyajikan data epidemiologi kusta di daerah operasional NLR dibandingkan daerah non-operasional pada tahun 2016.

  Jumlah Propinsi Populasi PR NC NCDR Anak % G2D % G2D rate
Nasional 34 258,733,894 0.71 16,826 6.5 11.4 8.1 5.3
Propinsi operasional NLR 14 162,470,990 0.93 14,363 8.8 11.8 8.4 7.4
Non NLR 20 96,262,904 0.32 2,463 2.6 9.2 5.0 1.6

Daerah endemik tinggi vs daerah endemik rendah

  Jumlah propinsi Jumlah kabupaten Total penduduk NCDR Anak% DG2 % MB% Wanita%
Endemik rendah 23 395 193.654.306 3.8 9.1 9.1 87.2 34.4
Endemik tinggi 11 139 65.079.588 15 13 7 83 37

 

Sejak 2016, NLR Indonesia menyediakan dukungan langsung bagi 14 propinsi, kebanyakan yang berada di timur Indonesia. Dari ke-14 propinsi tersebut, dua diantaranya berada dalam proses pentahapan keluar/phasing out hingga tahun 2018 (Aceh dan Banten). Tingkat kusta di propinsi-propinsi operasional NLR sangat tinggi: 85% kasus baru nasional berasal dari propinsi tersebut. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Tingkat Prevalensi di propinsi operasional NLR mengalami pengurangan dari 1.02 menjadi 0.94 per 10.000 penduduk. Tingkat disabilitas masih tergolong tinggi (7.4/1,000,000 penduduk) di propinsi operasional NLR dbandingkan dengan propinsi non NLR (1.6/1,000,000 penduduk). Data ini merupakan informasi penting mengenai beban kusta di propinsi operasional NLR.