Telp : 021 38833670   I Cibubur Indah III Blok E No.2, Jl. Jambore Raya, Cibubur,  Jakarta Timur

            I    English 

Apa Itu Kusta?

Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Gejala & Pencegahan

Apa Itu Kusta?

Kusta adalah penyakit menular kronis yang menyerang kulit serta saraf tepi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang berkembang secara perlahan di dalam tubuh.

Jika tidak ditangani sejak dini, kusta dapat menimbulkan kerusakan saraf. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga dapat menyebabkan disabilitas permanen, terutama pada mata, tangan, dan kaki.

Kabar baiknya, kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Semakin cepat didiagnosis, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup penderita.

Tanda awal kusta biasanya terlihat pada kulit berupa bercak kemerahan atau keputihan.

Bercak tersebut:

  • Tidak gatal
  • Kurang rasa (mati rasa)
  • Tidak berkeringat
  • Bulu pada area tersebut bisa rontok

Selain pada kulit, gejala juga bisa muncul pada saraf, seperti:

    • Kelemahan otot pada tangan dan kaki
    • Luka yang sulit sembuh
    • Kelopak mata tidak menutup sempurna
    • Rasa kesemutan atau nyeri pada anggota tubuh atau wajah
    • Telapak tangan atau kaki terasa kebas

Gejala kusta bisa dikenali sejak awal, dan tidak harus langsung ke dokter spesialis.

Cara paling mudah adalah datang ke Puskesmas terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan.

Tanda awal yang bisa dikenali:

  • Bercak keputihan (mirip panu) atau kemerahan
  • Tidak gatal
  • Kurang rasa saat disentuh (baal)
  • Tidak berkeringat
  • Tidak ditumbuhi bulu

Semakin cepat diperiksa, semakin baik untuk mencegah komplikasi.

Orang yang pernah mengalami kusta tetap bisa kembali menjalani kehidupan normal di masyarakat.

Hal yang bisa dilakukan:

  • Libatkan mereka dalam kegiatan sosial
  • Berikan kesempatan untuk berperan di lingkungan
  • Hargai dan perlakukan mereka secara setara

Penting juga untuk memahami bahwa:

Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan.

Selama masa pengobatan, biasanya juga dilakukan pendampingan untuk:

  • Meningkatkan kepercayaan diri
  • Mengubah pola pikir dan perilaku menjadi lebih positif

Kerusakan saraf akibat kusta memiliki kondisi yang berbeda pada setiap orang.

Jika penanganan terlambat:

  • Ada yang bisa pulih dengan baik
  • Ada juga yang menetap (tidak kembali normal sepenuhnya)

Upaya yang dapat dilakukan:

  • Rehabilitasi
  • Latihan gerakan berulang (exercise)
  • Penggunaan alat bantu

Tujuan utama penanganan adalah:

  • Mengembalikan fungsi semaksimal mungkin
  • Mencegah kondisi menjadi lebih parah

Ya, orang yang pernah mengalami kusta tetap mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan.

Pemantauan ini bertujuan untuk:

  • Mencegah kecacatan menjadi lebih parah
  • Menangani reaksi kusta yang mungkin muncul kembali
  • Mengantisipasi kondisi tertentu, seperti stres yang bisa memicu reaksi

Pemantauan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.

Masih punya pertanyaan tentang kusta?
Dapatkan informasi yang tepat langsung dari tim kami.

Bagaimana Kusta Ditularkan?

Kusta menular melalui kontak yang erat dan berlangsung lama dengan penderita yang belum menjalani pengobatan. Penularan terjadi lewat percikan (droplet) dari hidung atau mulut. Meski begitu, tidak semua orang mudah tertular—sebagian besar memiliki daya tahan alami terhadap kuman ini.

Bakteri kusta berkembang sangat lambat. Gejalanya bisa muncul dalam waktu 1 hingga 20 tahun setelah terpapar, sehingga sering tidak disadari sejak awal.

  • Daya tahan tubuh yang rendah
  • Kontak dengan penderita yang belum berobat
  • Keterlambatan deteksi dan penanganan di masyarakat

Deteksi dini dan pengobatan tepat waktu sangat penting untuk mencegah penularan dan dampak lebih lanjut.

  • Kusta bisa menyerang siapa saja, termasuk usia muda dan anak-anak. Kasus pada lansia sering terlihat karena gejalanya muncul sangat lambat. Untuk pencegahan, orang yang berisiko—misalnya tinggal di daerah endemis—dapat mengonsumsi obat pencegahan seperti rifampicin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Tidak perlu khawatir berlebihan. Penderita kusta yang sudah menjalani pengobatan tidak lagi menularkan penyakitnya. Untuk perlindungan tambahan, anggota keluarga dapat mengonsumsi obat pencegahan sesuai arahan dari puskesmas.
  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pastikan rumah memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Jika ada kasus kusta di sekitar lingkungan, segera lakukan pencegahan dengan mengikuti program pengobatan yang disediakan fasilitas kesehatan setempat.

Masih punya pertanyaan tentang kusta?
Dapatkan informasi yang tepat langsung dari tim kami.

Kusta & Keluarga

Kusta tidak diturunkan kepada anak. Ibu hamil yang mengalami kusta juga tidak menularkan penyakit ini kepada janin. Selain itu, penderita yang sudah menjalani pengobatan tidak lagi menularkan, sehingga tidak perlu diisolasi atau dipisahkan dari keluarga, termasuk penggunaan alat makan dan pakaian.

Penderita kusta tidak perlu dijauhkan dari lingkungan sosial. Justru, dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dan memulihkan rasa percaya diri agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin selama 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung jenisnya. Obat tersedia gratis di puskesmas, dan setelah mulai minum obat, risiko penularan akan berhenti.

Selama pengobatan, kulit bisa tampak lebih gelap atau bercak menjadi kehitaman. Ini adalah hal yang normal dan merupakan bagian dari proses penyembuhan. Beberapa orang juga dapat mengalami mual, demam, atau efek lain, dan sebaiknya berkonsultasi jika dirasa mengganggu.

Jika menemukan gejala yang mencurigakan, segera periksa ke puskesmas terdekat. Pengobatan kusta disediakan secara gratis oleh pemerintah.

Setelah selesai pengobatan, beberapa orang mungkin masih merasakan nyeri atau sensasi panas. Hal ini bisa disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh. Untuk memastikan kondisi, disarankan melakukan pemeriksaan ulang.

Keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan kerusakan saraf, mati rasa, luka yang sulit sembuh, hingga disabilitas pada bagian tubuh seperti tangan, kaki, atau mata.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memastikan lingkungan memiliki ventilasi yang baik. Bagi yang berisiko, dapat mengonsumsi obat pencegahan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Setelah sembuh, perawatan lanjutan tetap penting untuk mencegah komplikasi. Dukungan dapat diperoleh melalui petugas kesehatan atau kelompok perawatan diri di lingkungan sekitar.

Berbagai program pemberdayaan tersedia untuk membantu penyintas kusta, seperti pelatihan keterampilan, dukungan usaha, dan akses kerja, agar mereka dapat hidup mandiri dan kembali percaya diri.

Masih punya pertanyaan tentang kusta?
Dapatkan informasi yang tepat langsung dari tim kami.

Yayasan yang bergerak dalam penanganan kusta dan dukungan pada inklusi disabilitas untuk mewujudkan kehidupan yang setara dan bermartabat

DUKUNGAN DARI :

Informasi Kontak

Cibubur Indah III Blok E No.2, Jl. Jambore Raya Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur 13720
021 38833670
info@nlrindonesia.or.id

Media Sosial

            

Kebijakan

Kebijakan Organisasi

Stop Abuse Anak

Kode Etik

WhatsApp Kami

Pengunjung Website

42,950

Copyright © 2026 NLR Indonesia. Powered by NLR Indonesia