Proyek LEAP mendorong kebijakan yang inklusif di sektor ekonomi agar penyandang disabilitas, termasuk yang pernah mengalami kusta, dapat mengakses pekerjaan formal maupun informal. Proyek ini menggunakan pendekatan jalur kembar dimana upaya pengarusutamaan dan penguatan dilakukan bersamaan. Untuk tujuan ini, NLR Indonesia melakukan peningkatan kapasitas organisasi penyandang disabilitas (OPD) dalam hal lobi dan advokasi serta meningkatkan kesadaran dan sensitisasi disabilitas kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha. Proyek LEAP bersama OPD lokal melakukan advokasi berbasis bukti/data, serta menguatkan jejaring untuk advokasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Makasar, Bulukumba dan Toraja Utara di Sulawesi Selatan.

Pada 2020, proyek berhasil mengembangkan data komprehensif tentang penyandang disabilitas dan OYMPK dan mendorong pemanfaatannya oleh pemerintah lokal. Sejumlah komitmen dan peraturan di tingkat kabupaten juga berhasil disusun untuk mendukung pemenuhan hak kerja bagi penyandang disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta.

Pelaksanaan pilot kegiatan untuk kewirausahaan inklusif (KRISTAL) dan ketenagakerjaan inklusif (KATALIS) menjadi intervensi kunci terhadap pencapaian yang diraih sepanjang tahun ini. Pilot kegiatan ini dianggap menjadi model program yang konkrit yang dapat diterapkan untuk mewujudkan pemenuhan hak kerja bagi penyandang disabilitas dan OYPMK di sektor formal dan informal. Secara rinci, capaian kunci sepanjang tahun 2020 sebagai berikut:

Capaian advokasi dan upaya pengarusutamaan:

  • Tersedia format database komprehensif, tentang orang yang pernah mengalami kusta dan penyandang disabilitas, yang telah diuji di 8 desa di Sulawesi Selatan.
  • Dinas Tenaga Kerja, Dinas UKM dan Balai Latihan Kerja telah menjadikan database OYPMK dan penyandang disabilitas tersebut untuk perencanaan kegiatan di masa mendatang
  • Disahkannya Peraturan Bupati Toraja Utara No. 41/2020 tentang petunjuk pelaksanaan pemberdayaan angkatan kerja disabilitas
  • Di Bulukumba dan Makassar, draft kebijakan untuk akses ketenagakerjaan inklusif sudah dalam pembahasan final sebelum disahkan
  • Tercapainya perjanjian kerjasama antara BLK Makasar dan BLK Bantaeng dengan 3 Organisasi Penyandang Disabilitas setempat dalam penyediaan akses pelatihan yang inklusif bagi penyandang disabilitas dan OYPMK.
  • 12 instruktur BLK di Sulawesi Selatan terlatih telah mampu memfasilitasi pelatihan yang inklusif bagi disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta
  • 1 Forum Disabilitas terbentuk dan aktif mendiskusikan isu inklusi disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta di Toraja Utara
  • 2 radio lokal aktif mengkampanyekan inklusi disabilitas (RRI Makassar dan SPL FM Bulukumba)
  • 6 perusahaan swasta dan 4 kantor pemerintahan membuka akses untuk pemagangan bagi disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta

Capaian upaya pemberdayaan :

  • 34 penyandang disabilitas (5 diantaranya adalah OYPMK) meningkat kapasitasnya untuk mengakses pekerjaan di sektor formal
  • 14 penyandang disabilitas berkesempatan magang di perusahaan dan kantor pemerintahan
  • 121 penyandang disabilitas, OYPMK dan kelompok terpinggirkan lainnya meningkat kapasitas wirausahanya, menjalankan usaha dan mendapat akses dana stimulan usaha
  • 15 kelompok usaha inklusif terbentuk dan terdata oleh Dinas UKM setempat
  • 3 organisasi penyandang disabilitas memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelola kegiatan untuk peningkatan akses kewirausahaan dan ketenagakerjaan yang inklusif
003340
Users Today : 30
Users Yesterday : 76
This Month : 1802
This Year : 3340
Total Users : 3340
Views Today : 63
Total views : 9503
Who's Online : 1