Tanya Jawab Seputar Kusta

Gejala Kusta

T: Apa gejala orang terkena kusta?
J: Terdapat tanda di kulit berupa bercak kemerahan atau keputih-putihan. Bercak tesebut tidak gatal, kurang rasa, dan tidak berkeringan. Pada bercak, biasanya bulu kulit rontok. Gejala pada saraf berupa kelemahan otot pada tangan dan kaki, luka yang sulit sembuh, kelopak mata yang tidak menutup sempurna, rasa kesemutan /nyeri pada anggota badan/muka, dan telapak tangan/kaki yang kurang rasa/kebas.

T: Apakah gejala kusta dapat terdeteksi jika konsultasi ke semua dokter termasuk via dokter online atau harus ke dokter spesialis tertentu? Di kondisi bagaimana kusta sdh dpt terdeteksi?
J: Cara yang paling mudah adalah datang ke Puskesmas terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter atau petugas kusta. Kusta dapat dilihat dari gejala-gejala awal di kulit tubuh yaitu bercak keputihan (mirip panu) atau kemerahan. Bercak itu tidak gatal dan kurang rasa (baal) jika disentuh kapas tipis. Bercak itu juga tidak berkeringat dan tidak terdapat bulu di bercak tersebut.

Penularan Kusta

T: Bagaimana kusta ditularkan?
J: Kusta ditularkan ke orang lain oleh penderita kusta yang belum berobat melalui kontak erat dan lama. Namun, tidak semua orang dapat tertular kusta. Berdasarkan survey, dari 95 orang yang terpapar kuman kusta, hanya 2 orang yang dapat terpapar dan membutuhkan pengobatan.

T: Apa saja faktor utama yang berperan dalam penularan kusta?
J: Imunitas tubuh yang rendah; penderita kusta yang tidak/belum minum obat kusta sehingga risiko penularan semakin tinggi dibandingkand engan pasien kusta yang sedang/sudah minum obat; terlambat deteksi kasus kusta di masyarakat.

Pengobatan Kusta

T: Berapa lama pengobatan kusta?
J: Pengobatan kusta berlangsung selama minimal 6 bulan hingga 2 tahun tergantung jenis kustanya. Pengobatan kusta gratis di Puskesmas.

T: Apakah obat kusta yang dikonsumsi berefek kulit menjadi hitam legam?
J: Obat yang dikonsumsi pasien kusta berupa kombinasi beberapa jenis antibitik. Pengobatan berlangsung selama minimal 6 hingga 2 tahun. Selama pengobatan, bercak-bercak kusta akan menebal dan menghitam. Jika terjadi hal ini, jangan kuatir, ini merupakan proses penyembuhan kusta. Bercak akan semakin hitam dan menipis kemudian kulit akan kembali pada warna semula.

T: Apa efek samping lain dari pengobatan kusta?
J: Pertama, efek samping adalah perubahan warna kulit jadi lebih gelap. Juga ada yang mengalami ganguan saluran pencernaan atau mual, demam, dan sakit perut. Bisa juga alergi obat berupa kulit panas/melepuh. Setiap orang akan memiliki efek berbeda. Jika ada hal itu, konsultasi ke dokter atau petugas puskesmas)

T: Dimana kita bisa memeriksakan diri bila merasa ada gejala kusta?
J: Silakan pergi ke Puskesmas terdekat.

T: Berapa biaya berobat kusta?
J: Obat kusta tersedia gratis di Puskesmas.

T: Setelah selesai berobat kusta, mengapa kadang tubuh merasa panas, nyeri?
J: Rasa nyeri atau kebas di tubuh disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam melawan sisa bakteri atau bakteri yang sudah mati. Untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami karena kekambuhan atau karena reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, sebaiknya Anda kembali memeriksakan diri pada dokter yang menangani Anda.

T: Bagaimana cara penyembuhan kusta dimasa pandemi covid seperti ini?
J: Kami mengedepankan protokol kesehatan dalam penanganan kusta di masyarakat: pemeriksaan kesehatan, suhu tubuh, dll.

Terlambat Berobat

T: Apa yang terjadi bila penderita kusta terlambat berobat?
J: Apabila terlambat berobat penderita kusta dapat mengalami kerusakan berupa bagian tubuh yang berupa mati rasa, luka dalam, jari yang memendek.

T: Bagaimana agar kita terhindar dari kusta?
J: Menjaga daya tahan tubuh; perhatikan ventilasi lingkungan sekitar; hindari berpergian ke daerah endemik kusta; jika ada keluarga yang mengalami kusta, ingatkan untuk mengonsumsi obat hingga sembuh; minum obat pencegahan (jika anda tinggall di wilayah endemis kusta)

Paska Pengobatan Kusta

T: Setelah pengobatan kusta, bagaimana merawat bekas kusta?
J: Silakan berkonsultasi pada petugas kusta di puskesmas; atau bergabung di Kelompok Perawatan Diri di sekitar wilayah Anda.

T: Bagaimana meningkatkan kepercayaan diri orang yang pernah mengalami kusta?
J: Ajak serta orang yang pernah mengalami kusta dalam kegiatan bermasyarakat; hargailah dan berilah mereka peran-peran sosial. Sampaikan bahwa kusta hanya penyakit, yang bisa disembhkan. Dan jika sudah sembuh, OYPMK bisa kembali ke masyarakat. Saat terapi, sudah ada upaya menanamkan kepercayaan diri; perubahan pola pikir dan perilaku.

T: Apakah kelainan saraf karena kusta apakah bisa hilang/sembuh sempurna meski penanganannya terlambat? sebab tetangga saya dulu kok sampai cacat menetap
J: pasien kusta dengan kecacatan yang terlambt, bisa dilakukan rehabilitas, exercise gerakan repetitive, atau alat bantu. Ada yg bisa sembuh sempurna, ada yang menetap: berbeda di tiap orang. Jenis intervensi beda2 tergantung fungsi syaraf sensorik, motoric yang kena. Upaya kita adalah mengembalikan fungsinya, atau mengupayakan agar tidak parah.

T: Apakah tetap ada pemantauan untuk OYPMK dari tenaga kesehatan secara berkala?
J: OYPMK yang telah selesai berobat akan tetap dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan untuk mencegah cacat yang makin parah (jika sudah terdapat cacat), menangani reaksi kusta yang mungkin timbul karena kondisi stress.

Pencegahan Kusta

T: Saya sering melihat yang terkena kusta rata rata Lansia, Apakah usia muda juga dapat terkena kusta? Lalu bagaimana pencegahan nya?
J: Kusta dapat menyerang siapa saja di segala jenis usia termasuk anak-anak. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan meminum obat pencegahan kusta (rifampicin) terutama bagi mereka yang berisiko tertular kusta. Misalnya mereka yang tinggal di wilayah endemis kusta.

T: Bagaimana orang yang serumah dengan pasien kusta agar dirinya tidak tertular?
J: Saudara serumah yang mengalami kusta, jika sudah minum obat kusta, tidak akan menularkan kustanya. Upaya pencegahan lain agar tidak terular kusta adalah meminum obat pencegahan kusta.

T: Bagaimana mencegah lingkungan rumah kita agar tidak ada penularan kusta?
J: Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Pastikan rumah anda punya ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup. Dan jika di lingkungan anda terjadi penularan kusta, minumlah obat pencegahan kusta yang disediakan Puskesmas.

Mitos dan Stigma Seputar Kusta

T: Jika kita menikah dengan orang pernah mengalami kusta, apakah akan mempengaruhi keturunan?
J : Kusta tidak diturunkan pada anak anda, kecuali anda belum berobat kusta dan berkontak dekat, erat dan lama dengan anak anda.

T: Apakah saat ibu hamil mengalami kusta apakah anak yang di kandung nya bisa terkena kusta juga? Adakan penanganan khusus pada ibu hamil ini?
J: Ibu hamil yang mengalami kusta tidak menularkan kustanya pada janin bayinya.

T: Jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit kusta selain diobati, apakah harus dibawa ke tempat isolasi agar tidak menulari ?
J: Setelah minum obat, orang yang mengalami kusta tidak akan menularkan kustanya. Jadi tidak perlu memisahkan dia di tempat khusus. Justru, kita wajib menyemangati dia agar tetap setia minum obat hingga selesai dan mendorongnya untuk beraktivitas secara normal kembali.

T: jika ada anggota keluarga yang terkena kusta, apakah harus dipisahkan semua alat2 makan, pakaian, dan kebutuhan lainnya dari anggota keluarga lainnya yang sehat?
J: Pastikan angota keluarga tersebut sedang/sudah mengikuti pengobatan kusta sebab jika anggota keluarga sudah minum obat, kustanya tidak menularkan lagi. Maka, tidak perlu ada pemisahan terhadap anggota keluarga tersebut. Dan anggota keluarga lain perlu minum obat pencegahan kusta. Mintalah dari Puskesmas.

T: Adakah tempat untuk menampung penderita kusta, mengingat ada kawasan di daerah, penderita masih keliaran di taman, hingga taman tersebut di beri nama Taman Kusta?
J: OYPMK sebaiknya tidak ditampung di tempat terpisah karena akan memperkuat stigma dan perilaku diskriminasi sosial. Tokoh masyarakat diminta merangkul OYPMK agar terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemberdayaan

T: Apakah ada pelatihan untuk penderita kusta agar bisa meningkatkan kemampuannya untuk berwirausaha atau sharing untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka?
J: NLR Indonesia bekerjasama dengan instansi pemerintah setempat dan organisasi masyarakat telah melakukan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi OYPMK dengan stimulant modal usaha, pelatihan wirausaha, akses ke lapangan kerja formal, dan lainnya.

029722
Users Today : 71
Users Yesterday : 70
This Month : 141
This Year : 21272
Total Users : 29722
Views Today : 306
Total views : 103977
Who's Online : 1