Dalam proyek Mardika, terdapat 9 desa intervensi yang didampingi NLR Indonesia. Pertama, NLR Indonesia meningkatkan kapasitas organisasi mitra penyandang disabilitas dan pemangku kepentingan terkait pendekatan Pembangunan Inklusif Disabilitas. Kedua, NLR Indonesia bersama mitra melakukan lobi ke pemerintah daerah seperti di Pasuruan dan Jeneponto tentang hak-hak dari kelompok dengan disabilitas. Ketiga, mitra NLR Indonesia melakukan kegiatan penyadaran di kalangan pemuka agama untuk membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK dan dengan disabilitas. Intervensi ke-4 dan ke-5 berkaitan dengan penciptaan role model dan jejaring untuk keberlanjutan dan advokasi ke tingkat yang lebih tinggil.

·         Terbentuknya 5 kelompok Inklusi dan kelompok difable desa yang menyuarakan hak dan kepentingan kelompok dengan disabilitas, di Cirebon, Tegal, Sukoharjo, dan Jeneponto.

·         9 Pemerintah desa memberi perhatian dan dukungan pada penguranga stigma di daerahnya. Kelompok difable dilibatkan dalam rapat koordinasi desa.

·         Desa Intervensi terdapat di Cirebon, Tegal, Sukoharjo, Pasuruan, Kupang, Makassar dan Jeneponto.

·         Kontribusi dalam penerbitan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi no.11/2020 tentang prioritas dana desa dan pembentukan desa inklusi.

·         Kampiun/role model OYPMK yaitu Firmansyah terlibat dalam Tim 11 di pemerintah desa, yang bertugas membuat perencanaan pembangunan desa selama 5 tahun.

·         Assessmen dampak Covid-19 pada orang dengan disabilitas dikembangkan dan digunakan oleh LSM dan pemerintah.

·         Sekolah Gradiasi versi online dilaksanakan selama 14 hari untuk para aktivis dengan isu disabilitas.

 

·         Organisasi mitra didorong untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan mendorong pembentukan kelompok Inklusi dan difable tingkat desa. 

003342
Users Today : 32
Users Yesterday : 76
This Month : 1804
This Year : 3342
Total Users : 3342
Views Today : 105
Total views : 9545
Who's Online : 1