Kegiatan ini memastikan agar OYPMK dengan disabilitas tingkat 2 dapat terus dipantau, bahkan setelah pasien menyelesaikan periode pengobatan. Pemantauan diperlukan karena disabilitas akibat kusta dapat menjadi semakin parah jika tidak dipantau/dirawat secara ruitn.

  • Sejumlah 38 tenaga kesehatan dan petugas kusta telah mendapat pelatihan tentang SAS dan pemetaan OYPMK sesuai kriteria SAS.
  • Pelaksanaan SAS di Bone, Sulawesi Selatan, oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.